Bahagia itu sederhana
Seperti bangun di pagi hari,
dan bangun tanpa alarm–atas kemauan sendiri
Menhghirup udara sebelum matahari terbit,
berjalan-jalan sebentar sebelum sinarnya menjadi terik

Bahagia itu tidak rumit
Seperti menemukan teman yang jujur
Yang tak pernah berbohong, tak pernah berkelit
Menyayangimu apa adanya
Dan kau tahu
Kau takkan pernah mau kehilangan dia

Bahagia itu seperti ini
Menemukan makanan yang kau sukai,
dengan harga murah, atau diskon, atau promosi
Lalu kau duduk dan berpikir, “Beruntungnya aku hari ini”

Atau menemukan sebuah buku
Yang selama ini kau cari
Mungkin lanjutan sebuah trilogi,
atau sebuah misteri

Atau merasakan angin membelai rambutmu, sayang
Melihat gemerlap matahari di permukaan laut, cemerlang
Pepohonan bergoyang dalam badai yang garang
Dan kau aman di dalam rumah yang nyaman

“Bahagia itu rumit!”
Kata orang yang bisa berubah sedih dalam sekelebat
Meringkuk, memeluk diri, memainkan tumit

Mereka tak tahu bahagia itu sederhana
Seperti mendapat senyuman dari seorang kawan
Atau bahkan dari orang yang tak dikenal
Atau, mungkin, dari orang terkenal?

Mereka tak tahu mudahnya sebuah senyum merekah
Karena dimana-mana, sesungguhnya, bersimbah
Hal-hal kecil yang bisa kau sebut berkah
Anak kecil berlari girang, berada dalam ruang ber-AC setelah berjalan di bawah teriknya siang,
kebetulan berada di tempat yang sama dengan seseorang yang dipinang,
mendengar dari yang tercinta bahwa kau ia sayang

Bahagia itu sederhana
Sesederhana sebuah senyuman
Dua ujung bibir yang melengkung ke atas
Dua bintik mata melihat ke masa depan cerah tak berbatas

Bahagia itu sederhana
Semudah mengerti isi hati
Tahu bahwa dalam segala kondisi
Selalu ada hal yang patut disyukuri

Bahagia itu sederhana

Kau perlu membiarkan dirimu merasakannya saja

Advertisements