Apa kau tahu selama ini aku memperhatikanmu? Tak pernah benar-benar berhenti melihat tiap rinci. Apa kau tahu selama ini banyak yang tak ingin melepasmu? Entah karena tak rela atau demi sesuatu dari masa lalu bernama memori. Dan aku tahu kau lelah, betapapun kau mencoba pasrah. Aku tak ingin membuat kekesalanmu bertambah parah.

Sejujurnya banyak yang ingin kusampaikan. Tentang pikiran dan perasaan. Tidak hanya milikku. Bukan. Kebanyakan dari orang-orang lain, bahkan. Orang-orang yang menganggapmu lebih dari sekedar teman.

Sejujurnya, mungkin aku sudah bukan salah satunya.

Asli kau teman berbincang yang asyik. Kita bisa meladeni segala candaan dan sindiran tanpa tersinggung atau terusik. Entah apa kau pernah merasa, tetapi sekali aku jatuh pada pikiranmu yang indah. Aku kagum saat kau bisa memanipulasi pembicaraan dan tak ada yang menyadari. Dan saat mereka mengaku mengenalmu, aku tertawa dalam hati. Setidaknya, aku tahu aku tidak tahu. Jika boleh ku bertanya, apa kau juga tahu tentang dirimu?

Kau menginginkan kedewasaan. Kemandirian. Lepas dari segala beban. Lepas dari sebanyak mungkin pergumulan. Termasuk dari mereka yang kau anggap kawan.

Masalah mereka beban.
Mereka beban.

Aku beban.

Apa kau tahu kau juga beban?

Sesungguhnya kau hanya membuang waktu. Berlagak pasif tak akan menghentikan mereka yang mengejarmu. Bila tak sudi, katakan. Dengan senang hati aku akan meninggalkanmu sendirian.

Sempat ku berpikir… mungkin karena kau berlagak tidak peduli. Siapa yang bisa mengatakan bahwa kau memang peduli? Aku lelah. Jika memang harus kehilangan persahabatan denganmu, biarlah.

Advertisements