Untuk seorang kenalan yang kuanggap teman dan akan selalu dikenang.


Membersihkan kepingan kenangan tentangmu dari kalbu
Bagai mengharapkan matahari di malam berhujan yang sendu
Dan aku masih berharap, masih menanti
Saat ku bisa melihatmu lagi

Kau tak janjikan kisah indah
Astaga, aku naif tetapi tidak buta!
Tak semua hubungan penting harus berlabel “sahabat” atau “cinta”
Tetapi… kukira….
Kita lebih dekat dari kenalan belaka

Aku yang bodoh
Aku sudah diajarkan teman dan kawan bicara berbeda
Kau sudah mengiyakan bahwa mereka memang tak sama
Dan aku masuk kategori kedua
Tetapi masih saja aku berpikir bahwa aku mengenalmu kian baik
Mengapa?

Mungkin karena kau yang menarik
Mungkin karena kedewasaanmu yang memukau
Mungkin karena kau yang mengerti
Yang bisa melihat mana diriku yang benar

Sekarang kau tiada
Yang tersisa?
Enam gambar obrolan lama
Teks obrolan kita dahulu, jika masih ada
Dan kenangan,
hal-hal yang tak akan terlupa

Kini aku mencoba mengerti apa yang ingin kau ajar dahulu
Aku masih belum tahu alasanmu pergi
Kini aku berada di fase hidup setelahmu
Dan aku masih mencoba mengatakan ini:

“Selamat tinggal.”

Advertisements