Waktu apa yang paling kau suka?
Siang bolong, malam kelam, atau pagi-pagi buta?
Atau bagimu semua waktu sama saja?

Ada yang menyukai fajar.
Saat sudah ada cahaya,
namun belum terlihat matahari.
Kala embun sejuk sedang menetes memberi kehidupan.

Ada yang menyukainya hari-hari tertentu saja.
Misalnya, saat bisa terbangun di sebelah orang yang disayangi.
Bisa juga karena hari itu ada acara penting,
atau hal lain yang sudah lama dinanti.

Orang-orang menyukai pagi sebagai awal hari.
Mereka menganggapnya lambang permulaan,
lambang harapan.

Ada yang menyukai siang.
Saat puncak terik dan terang.
Ada yang menyukai udara panas itu.
Beraktivitas di dalamnya,
mereka merasa hidup.

Ada yang menyukai sore,
kala bercengkrama dengan teman dan kolega.
Saat jam kantuk sudah lewat dan mereka bisa rehat,
mungkin langsung menuju kasur di rumah untuk beristirahat.

Ada yang menyukai—bukan, mencintai senja.
Suasana romantis untuk dibagi dengan yang dicinta.
Atau sekedar latar indah untuk berfoto dengan siapa saja.
Kau bisa mencari inspirasi untuk berkarya
atau sekedar memuji alam karena keindahannya.

Banyak yang menyukai malam.
Saat bulan bercahaya temaram
dan bintang-bintang berkelap-kelip
seolah mengedip genit.

Bagi mereka yang tak keberatan dengan kegelapan,
dingin yang ada tak menusuk tetapi menyejukkan.
Mereka bisa menatap langit dan merenung dalam diam,
memikirkan hal-hal dalam benak yang seharian bersemayam
dan hanya bisa dilakukan kala malam.

Aku?
Wah, itu mudah.
Saat favoritku adalah saat hari berpindah.
Saat kebanyakan orang sedang terlelap.
Jam berdentang dua belas kali…
lalu aku bisa mengulang semua yang di atas lagi.

Advertisements