Di luar sana ada sakit dan sayang. Di luar ada tawa dan erangan. Di luar ada segalanya. Di luar tak ada apa-apa. Tak ada apa-apa untuk kita berdua.

Mari tetap di dalam. Dalam rumah bersusun bata kenangan. Batu lawas yang melapuk seraya waktu berjalan. Tetapi aku di sini, di tempat di mana detik berlangsung namun saat terhenti.

Apa yang kau cari di luar sana?

Di dalam ada sakit dan sayang. Di dalam ada tawa dan erangan. Di dalam ada segalanya. Di dalam tak ada apa-apa. Tak ada apa-apa untuk kita jika sendirian.

Di dalam ada penerimaan, makian gemas yang diutarakan. Ada obrolan di sela-sela seruputan kopi. Ada seruputan kopi di sela-sela obrolan di sela-sela membaca di sela-sela tawa dan bahagia bersama. Ada tawa di mata, di lidah, di tiap getaran udara yang menggelitik bulu kuduk hingga meremang. Ada sayup di sela cekikikan yang menggema dalam keremangan. Ada wajah-wajah bahagia yang senyumnya berbayang di bawah cahaya temaram.

Apa yang kau cari di luar sana?

Di luar ada penerimaan, makian gemas yang diutarakan. Ada obrolan di sela-sela seruputan kopi. Ada seruputan kopi di sela-sela obrolan di sela-sela membaca di sela-sela tawa dan bahagia bersama. Ada tawa di mata, di lidah, di tiap getaran udara yang menggelitik bulu kuduk hingga meremang. Ada sayup di sela cekikikan yang menggema dalam keremangan. Ada wajah-wajah bahagia yang senyumnya berbayang di bawah cahaya temaram.

Apa yang kau cari di luar sana?

Semuanya serupa dengan di dalam. Serupa, tapi tak sama.

Lalu kau berpikir, jika sama saja, apa masalahnya jika kau berada di luar, bukan di dalam? Sudah kukatakan, serupa tak berarti sama. Kau bisa mendapat begitu banyak hal di luar sana yang tak bisa kau dapatkan di dalam. Terutama, pengalaman.

Lalu kau bingung mengapa aku gelisah. Pasalnya, ada satu hal yang berbeda. Yang bisa kau cari hingga semesta iba dan membuat ujung dunia agar kau berhenti berkelana.

Di luar, sana, tak akan ada aku.

Tetapi rasanya tak masalah. Peranku bisa digantikan. Bahagia bisa dicari lagi. Jika rindu melanda, kenangan bisa dimainkan. Ketahui saja, saat kau melangkah, aku juga akan raib. Entah kemana.

Hei, sudah, cepat, pergi sana sebelum terlambat!

Apa yang kau lakukan? Mengapa kau masih berdiri di ambang pintu?

Apa kini kau ragu?

Advertisements