Kau seperti hantu semu. Apa kau tahu maksudku?

Maksudku, kau membayang-bayangi bagai hantu. Tetapi kau bukan benar-benar hantu, bukan? Hanya bayangan yang benar-benar semu.

Pertama kau menanamkan dirimu dalam benak. Perlahan tapi pasti, semua bertingkah seolah-olah kau masih di sini. Aneh, cara kerja penyangkalan akan realita bermacam-macam. Cara hidup yang sama berlangsung, hanya seakan-akan kau sedang berada di ruang lain. Dan memang kau “hanya” berada di ruang lain. Yang jauh. Sangat, sangat jauh.

Kedua, kau mulai hadir dalam berbagai media. Seolah-olah kau masih ada. Memang kau ada—bukan itu maksudku. Maksudku… kau tahu, ada bersama kami. Berinteraksi secara langsung dengan kami.

Perlahan, kau terlupakan. Setidaknya dari benakku. Namun kau hadir—dalam obrolan dan candaan.

Advertisements