Halo, Cinta.
Senang bertemu
denganmu
lagi.

Benar-benar tak terduga
walau masuk logika.
Aku sudah mulai
merasa lalai
merasakanmu.
Lalu,
tiba-tiba,
kau hadir
dan menyergapku.

Sepertinya kau suka
pada tragedi.
Atau apa itu hanya
hasil imajinasi
dan dramatisasi
saja?

Kau memilih jatuh
pada orang yang membuatku
merasa nyaman.
Padahal kau tau
dan dalam doa tak terucap
aku sudah memohon
padamu. Aku
tak mau
ingin mengecap
dan berharap
yang lebih.

Kau memilih luluh
dan berkomplot dengan hati
dan segala macam emosi
dan mendaratkanku dalam
kondisi
yang tak terperi.

Tak heran banyak yang memujamu
mencacimu,
mencoba mengendalikanmu.
Kami hanya
makhluk hina
yang takut terhadap
yang tak tedefinisikan.

Tak apa
karena
kau bisa kurasakan.
Percayalah,
aku bukan orang bodoh
yang suka mencemooh
apa yang sebenarnya suci.
Kau akan ku jaga baik-baik
selama kau tinggal
di sini.

Akhir kata,
selamat datang, Cinta.
Semoga
kunjunganmu
kali ini menyenangkan. Baik bagimu
maupun bagiku.

Jakarta, 5 Maret 2015.
Kala mencari kata
untuk menyatakan rasa
dan hampir lupa
untuk menyapa.


Ternyata, sekitar setahun lalu, gue sudah sempat menonton video dengan pesan untuk menyapa cinta.

Advertisements