Nyaman rasanya bersamamu.
Aku bisa menjadi diriku
sendiri
baik tangguh
maupun rapuh.

Nyaman berasa dalam rangkulmu.
Tak perlu khawatir
ketar-ketir
tentang apa yang lain pikirkan.
Karena pencitraan
bukan
sesuatu yang penting. Apa
yang sebenarnya
aku ketahui—itu yang nyata
dan aku nyaman
dengan fakta
tersebut.

Nyaman bercerita padamu
yang tak peka
tetapi tak canggung.
Semua beban pikiran
dan perasaan
yang tertampung
bisa kuceritakan
padamu dengan begitu mudah.

Nyaman
mengetahui aku tak akan kehilangan
dirimu. Aku takut
dirakut
oleh norma
dan kata-kata
perpisahan
yang sebenarnya tindakan pengecut.
Hanya
karena
mengira
aku akan mengejar. Seolah
aku tak lelah
pada kondisi
saat ini.

Nyaman
untuk berkeyakinan
rasa sayangku
tak semena-mena
dan hanya berlalu saja. Bahwa
kasih, sayang, dan cinta
ada banyak jenisnya.
Bahwa milikku
tulus
tak mudah menyusut
oleh waktu.

Nyaman untuk tahu
aku bisa menjaga diri
namun tak perlu merasa risih
denganmu.

Nyaman merasa seperti ini.
Nyaman karenamu.

Aku senang
bisa merasa tenang
dan nyaman

—terima kasih.


Extra note: the featured image is a quote, but I don’t know if it’s from George Eliot or Dinah Maria Mulock Craik. Here’s the quote, just in case I’m using a theme that doesn’t support featured images:

Oh, the comfort, the inexpressible comfort of feeling safe with a person, having neither to weigh thoughts nor measure words, but pouring them all right out, just as they are.

Lovely little quote, isn’t it? :)

Advertisements