Saya pecinta kata-kata
Terbuai, terlena
Tapi tak akan termakan

Karena cintaku pada kata membuat mengerti
Kata tak selamanya berarti

Terkadang hanya susunan apik
Dari silabel yang terdengar cantik
Namun memakan korban yang tak pernah mengalami
Indah bahasa itu sendiri

Lebih manis dari madu
Lebih sendu dari pilu
Lebih menggugah dari haru

Dan dapat
Begitu
Menipu

Saya pecinta kata-kata
Tak ayal menggarap doa
Maksiat untuk mulut-mulut bernoda
Pembawa musibah lewat bicara

Kalianlah yang membuat tak percaya
Kalian yang membuat kata-kata kehilangan makna

“Tunjukkan! Tunjukkan!”
Itu yang selalu dikatakan
Karena omongan kalian tak bisa dipegang
Maka si kata tak berani orang pegang

Teganya kalian, membuat cintaku tak tersentuh!
Membuatnya tersedu-sedu
Membuatnya tak dihargai seperti dulu
Menyakitinya, dan demikian, menyakitiku

Maka, membaralah!
Amarah
Dan kebijakan untuk menuntun arah

Jangan biarkan jalanku hilang
Jangan biarkan cintaku hilang
Jangan biarkan menjadi arang

Enyahlah dariku semua pendusta
Biarlah mereka mengalir pergi bagai hujan menyuci
Kotoran dan sampah ke dalam selokan
Untuk dibuang, lenyap dari kehidupan

Tetapi, aku akan terus menyayangi
Mencintai
Kata-kata, murni
Karena kata-kata itu sendiri

Advertisements