Kasih, sayang, dambaan semua orang. Kala suram membayang, rasa itu mengalahkan. Sulit melupa dirinya, sekalipun sudah lekang.

Belum lama memudar, kau menghampiri lagi. Heran. Apa kau rindu dirindukan? Lalu mengapa kau kerap hinggap hanya di seorang insan? Untuk dua saling memiliki, mereka kudu memilikimu. Barulah bisa disebut pasangan.

Tertarik tidak, tapi tertarik juga. Memang kau bagai tali tak kasat mata. Mengikat, membalut, memaut.

Ah, yang terakhir itu. Pantas, banyak yang mati demimu. Aksi bodoh bertajuk heroik. “INI DEMI CINTA”

Dan saat menemukan aku telah terjun, baru kusadari: kebodohan itu terulang juga.

Dan demi apa?

Advertisements