Search

Midnight Malarkey

a peek inside the poetic freak

Tag

Questions

Patah

Kau
dengan senyum ramah
mengundang,
mengajak bicara
hanya untuk berakhir kau yang bercerita.

Gayamu, bak
anak anjing lugu.
Mata menatap,
bibir sedikit mengerucut
—minta dibantu.

Dan kau mendapatkannya
dan lebih,
walau diiringi oleh banyak oceh
dan celoteh.

Setelah mendapat yang diperlu,
kau hilang dalam bisu
menjelma sembilu
—menusuk
memecah kaca peredam.

Dan tinggal
yang tinggal di dalam
mencoba memungut pecahan.

Dan tinggal
aku yang bingung
mencoba menjawab tanya yang terus berdengung.

Kenapa aku
membiarkanmu
walau persis tahu
yang akan menyusul?

Mengapa, jika
kau memang tak berasa
dan juga bengis,
aku masih menangis?

Saya Memerlukan Seorang Guru

Dibuka: Lowongan untuk menjadi guru bagi anak bebal ini. Anda akan mendapat kesempatan memarahi dan mencaci, melebuh* dan membuat bertumbuh.

Gaji: Anda bisa menabur dan akan menuai kebaikan. Anda bisa merasa bersyukur dengan membandingkan. Anda akan mendapat teman berbincang yang cukup menyenangkan. Saya bukanlah anak berotak gemilang, namun saya bisa memberi perhatian dan menjadi pendengar. Sesekali, mungkin kita bisa bertukar bacaan. Lebih jarang kali, saat sedang beruntung, saya bisa memberi traktiran.

Kriteria: Cukup Anda hidup. Cukup dengan mau meluangkan waktu. Mengosongkan jadwal untuk satu sesi curhat panjang, atau setiap hari bertukar pesan dan menyelipkan nasihat sebelum malam menarik paksa dalam lelap. Saya tidak membatasi kriteria fisik. Saya tak peduli bila Anda baru berumur sepuluh atau sudah uzur.

Yang penting, Anda bisa mengajari saya sesuatu yang baru. Lebih baik jika ada dalam daftar di bawah garis berikut.


Ajari aku mencintai
seperti pasangan tua mencintai.
Dengan cara mereka sendiri
namun dapat membuat semua orang iri
karena semua mengetahui
apa yang mereka miliki
indah.

Ajari aku memaafkan
tanpa perlu
melukai terlebih dahulu.
Untuk mengingat
tanpa tersengat
oleh rasa sakit yang sama.

Ajari aku menghargai tiap detik yang telah diberi
tanpa merasa diburu-buru
atau harus menghabiskan setiap waktu
mencoba membuat atau mencapai sesuatu
hanya agar merasa diriku
produktif dan berharga.

Ajari aku hidup dengan integritas.
Supaya aku bisa hidup dalam batas
apa yang kutahu adalah benar, apa yang kupercaya.
Supaya tak menyeleweng ke dalam apa
yang bisa
membuatku mati binasa.

Ajari aku mengelola apa yang ada,
bersyukur atas apa yang aku bisa,
belajar dan berharap untuk apa yang kudamba.

Ajari aku mampu menerima sakit hati
dan bisa mempelajari
dari pengalaman
tanpa menutup diri dari
kesempatan
lain yang ditawarkan oleh kehidupan.

Ajari aku untuk peka akan hidup.
Untuk berani mengambil loncatan
dan keluar dari zona nyaman
karena aku pun bosan dengan keseharian
tanpa variasi
yang berarti.

Ajari aku untuk mengontrol emosi
tanpa mendiamkan apa yang diutarakan hati.
Aku ingin bisa menemukan titik imbang
antara perasaan dan akal pikiran.

Ajari aku menulis dan beropini,
berkata-kata apa adanya
dengan jujur.
Ajari aku agar bisa berkarya maksimal
tanpa membuat keinginan menulis menjadi binal.
Ingin aku bisa mengukir rima bernada
yang tak hanya puisi belaka
namun juga ada pesan di dalamnya.

Ajari aku itu semua
dan lebih banyak lagi.
Tentang apa yang seharusnya aku mampu
apa yang sebaiknya aku tahu
dan cara membedakan keduanya itu.

Ajari aku.
Tak apa bila akan memakan banyak waktu.
Aku memiliki seumur hidup untuk belajar,
jadi aku akan sabar dan menunggu.


Aku ingin bisa melakukan itu semua. Aku memerlukan guru untuk mengajari itu semua. Dan tanpa guru pun, hidup akan mengisahkan rahasianya padaku. Namun, alangkah baiknya jika aku sudah tahu terlebih dahulu.

Jadi, apakah Anda tertarik menjadi guru saya?


*lebuh: jalan besar (melebuhkan: membuka jalan)

Who or what inspires you to write?

 

I’m really asking here out of curiosity. You can answer with one word or a lengthy comment or even a list; I don’t mind. Maybe I’ll be inspired by your answers, or try some things myself.

Star-Musing

Sometimes I wonder if the stars would compare themselves to each other if they’re alive. Who shines the brightest? Who’s the prettiest?

They don’t know that we find them beautiful as a whole. We stop at night to look up and see them. Sometimes go to less polluted places so we could take a clear, long look. Some of us even look regularly to find new lights.

I wonder if they know how many pieces of art have been created because of them; metaphores, poems, songs, paintings, pictures, even things like clothes and cheesy love letters.

I think about the ones whose lights die. Then they turn into bitter blackholes. Even then, many of us find them beautiful. It just takes the right kind of people to appreciate that kind of beauty.

Just like it takes the right kind of people to love us.

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: